Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) merupakan  skenario pelaksanaan pembelajaran guru di kelas. Di dalam RPP terdapat rencana penilaian yang menyesuaikan tuntutan  level kognitif dari Kompetensi Dasar (KD) nya. Setelah pelaksanaan penilaian, guru dituntut membuat laporan hasil penilaian tersebut dalam bentuk analisis. Namun pada kenyataannya, banyak yang mengabaikan alur tersebut. Sehingga terdapat  ketidaksesuaian antara RPP dengan buku nilainya.

Beragamnya referensi tentang acuan pembelajaran dari media internet merupakan sumber belajar yang baik bagi para guru. Namun pada kenyataannya, persepsi dan kemampuan yang berbeda diantara para guru membuat  sumber belajar tersebut sulit  diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas, hingga mengakibatkan tujuan  pembelajaran  tidak bisa tercapai secara maksimal.

Sementera itu, tuntutan layanan yang berkualitas terhadap masyarakat umumnya dan peserta didik khususnya semakin melecut  kaum pendidik untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional mereka.

Kegiatan  ini bertujuan :

  1. Bagi Guru :
  2. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga dapat meningkatkan serta mengembangkan  kompetensinya sebagai guru profesional
  3. Menyamakan persepsi diantara anggota MGMPS khususnya dalam pembuatan perangkat pembelajaran, sehingga diperoleh perangkat pembelajaran yang berkualitas untuk dilaksanakan
  4. Menambah angka kredit yang dipersyaratkan untuk pengembangan karir sebagai kenaikan pangkat dan jabatan setingkat lebih tinggi.
  5. Bagi Peserta didik :
  6. Mendapatkan layanan pembelajaran sesuai prosedural dan berkualitas
  7. Meningkatkan pemahaman pada materi pembelajaran hingga memperoleh prestasi maksimal
  8. Bagi Lembaga :
  9. Meningkatkan kualitas serta kuantitas dokumen KTSP sekolah, khususnya  dokumen RPP dan instrumen penilaiannya
  10. Meningkatkan  nilai akreditasi sekolah

 

Workshop hari pertama (Kamis, 11 Juli 2019) dibuka oleh Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/ Kota Ponorogo ; Bapak Supardi, SH., M.Pd sekaligus sebagai narasumber materi Pengembangan SMK. Dilanjutkan materi pengembangan sekolah oleh Kepala SMK Negeri Takeran; Drs. Susilo Purwantono, MM dan pemateri internal lainnya.

Workshop hari kedua (Jum’at, 12 Juli 2019) diisi materi Pengembangan Penilaian Pembelajaran berbasis HOTS dan STEAM oleh pengawas SMK ; Bapak Drs. Bambang Subiyantoro, M.Pd dilanjutkan dengan praktek penyusunan penilaian secara berkelompok dalam  MGMPS masing-masing.

Workshop hari ketiga (Sabtu, 13  Juli 2019) melanjutkan kegiatan dalam kelompok MGMPS untuk menyamakan format perangkat dan persepsi terkait mapel masing-masing.

Workshop ditutup tepat pukul 15.00 WIB oleh Kepala SMK Negeri Takeran.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan