Sabtu 28 Agustus 2021, SMK Negeri Takeran bersama dengan beberapa SMK Negeri di wilayah Magetan yaitu SMK Negeri 1 Bendo, SMK Negeri 1 Magetan, SMK Negeri 2 Magetan, SMK Negeri Kartoharjo, dan SMK Negeri Poncol mengadakan acara penandatanganan Nota Kesepemahaman dan Penguatan SMK berbasis IDUKA dan Sinkronisasi Kurikulum Industri Bersama Maspion IT. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah beserta jajaranya, Kasi Cabang dinas Ponorogo mewakili Kepala Cabang Dinas Ponorogo, Koordinator Pengawas Wilayah Ponorogo, dan Direktur Maspion IT bapak Ir. Okky Tri Hutomo, M.IT. Dalam acara tersebut dibuka dengan sambutan dari kepala SMKN Bendo / Plt. SMKN Takeran bapak Drs. S. Eko Soepradjitno, M.Pd dilanjutkan dengan sambutan dari Kasi, serta Diakhir dengan Koordinator Pengawas SMK.

ttd MOU

 

Acara inti yaitu penandatanganan Nota Kesepemahaman dilaksanakan. Diawali penandatanganan oleh Kepala SMK Negeri secara serempak, dan dilanjutkan Penandatanganan Nota Kesepemahaman oleh Direktur Maspion IT bapak Okky.

Melanjutkan acara inti, setelah proses penandatanganan, acara dilanjutkan dengan penjelasan apasih Maspion IT itu, disini bapak Okky menjelaskan dengan gamblang bahwa Maspion itu bukan hanya pabrik pencetak gayung dan ember, melainkan sebuat perusahaan yang besar dan merambah banyak sektor serta berkontribusi dikehidupan rakyat Indonesia dari hal kecil seperti gayung hingga alat elektronik canggih. Tentunya Maspion adalah satu-satunya perusahaan yang 100% Indonesia, yang karyawanya 100% rakyat Indonesia dan produknya untuk rakyat Indonesia sejalan dengan kata Dr Alim Markus selaku Presiden Direktut Maspion Group “Cintailah Produk-Produk Indonesia”. Dalam sesi ini Okky juga menjelaskan apa keuntungan bagi SMK yang bekerjasama dengan Maspion IT, diantaranya SMK bisa menjadi distributor produk Maspion demi membantu UMKM sekitar, terjalinya hubungan dengan SMK sehingga mempermudah dalam pengadaan Guru Tamu, Guru Magang, atau siswa magang (PKL) di Maspion IT.

Selain menjelaskan apa itu Maspion IT, Okky juga memberikan masukan dan motivasi tentang sinkronisasi kurikulum dengan IDUKA, yang seharusnya SMK meniru atau mengaplikasikan budaya industri pada kurikulum yang dipakai. Okky menegaskan Guru harus bisa memberi contoh budaya industri pada siswanya agar siswa terbiasa dengan budaya industri. Intinya kurikulum SMK harus menyesuaikan dengan kurikulum industri karena perubahan pada industri itu sangat cepat dan SMK sebagai pengumbang lulusan siap kerja harus bisa menyesuaikan dengan industri yang semakin maju.

acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dari pak Eko selaku kepala SMKN 1 Bendo dan Plt. SMKN Takeran.  Besar harapan SMK Negeri di kabupaten Magetan untuk menjalin kerjasama yang baik dengan Maspion IT guna mengembangkan Sekolah yang berbudaya Industri dan menerapkan kurikulum Industri. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *